Habibie Afsyah, Kelemahanku adalah Kekuatanku

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Habibie Afsyah, Kelemahanku adalah Kekuatanku

Kelemahanku adalah Kekuatanku begitulah motto yang tertera didalam situs pribadinya “habibieafsyah.com”. Pria muda kelahiran jakarta, 06 Januari 1988, anak bungsu dari 8 bersaudara dari pasangan bapak H. Nasori Sugianto dan Hj. Endang Setyati. Beberapa tahun yang lalu ia telah mengguncang dunia dengan kesuksesannya di bidang bisnis online Affilite Marketing.

Penyakit Habibie Afsyah

Saat usia 8 bulan, Habibie afsyah divonis oleh dokter menderita penyakit muscular dystrophy tipe becker. Muscular dystrophy adalah penyakit yang merusak saraf motoric di otak kecilnya, sehingga menyebabkan kelumpuhan permanen dan pengecilan dibagian tubuhnya, sebagian tubuh tidak bisa digerakan hanya kepala dan tangannya saja yang bisa digerakan. Bahkan ia pernah divonis oleh dokter akan meninggal pada usia 25 tahun, namun berkat dorongan dalam diri serta keluarganya terutama sang ibu maka ia masih tetap bernafas hingga saat ini. Sehari-hari dia mengandalkan kursi roda dan bantuan dari sang ibu untuk kelangsungan hidupnya.

Perjalanan hidup yang ia tempuh tidaklah mudah, saat ia masih TK di Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) ia dipindahkan ke TK Lab Setia Budi bahkan saat ia duduk di Sekolah Dasarpun sempat berpindah sekolah karena banyak teman yang mengolok-oloknya. Namun dengan semangat serta dorongan dan doa dari kedua orang tuanya, ia berhasil lulus dari SMA Yayasan Sunda Kelapa pada tahun 2006 dan hebatnya ia sekolah ditempat orang normal dengan IQ yang tinggi.

Artikel Terkait : Jack Ma – Sosok Pria Tangguh Pendiri Alibaba.com

Perjalanan Karir Habibie Afsyah

Ketika ia lulus dari SMA muncullah sebuah pertanyaan “Apa yang akan saya lakukan setelah lulus dari SMA”. Ibunyapun memikirkan demikian, jika habibie melanjutkan kuliah maka akan sering diolok-olok temannya namun beberapa hari sang ibu menemukan solusinya yaitu dengan mengikutkan habibie pelatihan internet marketing dengan biaya Rp. 5 juta selama dua hari. Ibunya mengikutkan habibie kursus karena melihat kegemaran habibie dengan dunia internet terutama bermain game. Keterbatasan dan kesulitan dari materi kursus yang ia terima lantas sang ibu mengikut sertakan habibie ke kursus tingkat lanjut dengan biaya Rp. 15 juta, karena jumlah yang tidak sedikit maka sang ayah menjual mobil pribadinya.

Setelah beberapa hari dan sudah menguasai ilmu internet marketing semua pengeluaran dari biaya kursus telah ditebus dengan berhasilnya menjual produk-produk dari vendor terbesar di dunia yaitu Amazon.com. Ia memperoleh hasil yang sangat memuaskan yaitu dengan tingkat penghasilan mulai dari $124, $287, $369, $2.169, hingga $14.714. Nilai yang sangat cukup untuk kelangsungan hidup dan penebusan semua biaya pengeluaran untuk kursus internet marketing.

Puncak Karir Habibie Afsyah

Hibibie Afsyah bukanlah orang yang cukup merasakan kepuasan. Setelah memperoleh hasil dari amazon lantas ia mengikuti kursus internet marketing lainnya seperti eprofitmatrix, dokterpim, dan indonesia bootcamp. Dari kursus dan praktek internet marketing ia membuahkan hasil mendapatkan $13.350 dari Google Adsense. Bukan berhenti sampai disitu ia pun sukses membuat ebook tentang panduan sukses dari amazon, ia juga menulis buku berjudul “Kelemahanku adalah Kekuatanku”, dan membuat situs listing rumah “rumah101.com”. Habibie juga didaulat menjadi Trainer di Eproftmtrix bersama gurunya, Suwandi Chow.

Sejak itu, Habibie sering diundang menjadi pembicara seminar internet marketing di kampus-kampus, diliput koran, tabloid, majalah dan lainnya. Puncaknya Habibie diundang pada acara Kick Andy di Metro TV episode “Kasih Tiada Bertepi”.

Peran Sang Ibu untuk Habibie Afsyah

Semua keksuksesan habibie afsyah tak terlepas dari bantuan, dukungan, do’a dan motivasi sang ibu. Ibunya juga medorong keinginan sang buah hati dengan mendirikan Yayasan Habibie Afsyah dan mengkampanyekan forum Be Your Self. Melalui forum ini, keahliannya sebagai Internet Marketing ditularkan ke sesama penyandang disabilitas di Indonesia. Habibie juga memberi pelatihan untuk penyandang cacat dan 1 komunitas yang ia bangun untuk menjadikan tim yang mengembangkan project-project websitenya.

Sang ibu juga membantu menjalin kerja sama dengan komunitas-komunitas disable lainnya sehingga membentuk satu komunitas yang bernama Disable Care Community yang berdomisili di solo. Dari komunitas yang telah ia dirikan menghasilkan banyak master-master internet marketing lainnya.

“Kalau saya yang punya keterbatasan seperti ini saja bisa, Anda juga pasti bisa! Kemandirian dan kesuksesan adalah kodrat anda” ∼ Habibie Afsyah”

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *