Dendam Positif Berbuah Kesuksesan

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Dendam Positif Berbuah Kesuksesan

Terangnya langit seakan sirna ditelan malam, selimut hati telah hilang kerana dendam. Dendam dapat merubah kehidupan seseorang, namun jangan salah mengartikan dendam, buatlah dendam menjadi hal terindah dan anugerah sehingga berbuah kesuksesan. Bagai kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sukses kerana dendam, simak kisahnya dibawah ini.

Kisah Nyata Ali bin Ibrahim Al-Naimi

Ali bin Ibrahim Al-Naimi adalah seorang remaja yang berasal dari Arab Saudi, kisah pahit pernah menghampirinya ketika ia bekerja di perusahaan pertambangan minyak. Pada tahun 1940-an ia hanyalah seorang pegawai rendahan, yang kehausan dan bergegas mencari air untuk diminumnya. Ia begitu gembira ketika melihat ada air dingin di atas meja, dan segeralah ia mengambil gelas tersebut, namun sangat na’as belum sempat ia meminumnya, sebuah hardikan terdengar keras di telinganya “Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu hanyalah pekerja rendahan. Air yang akan kamu minum hanya khusus untuk insinyur” kata tersebut keluar dari mulut insinyur asal amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.

Remaja tersebut lantas terdiam serta menahan rasa haus yang ia rasakan. Hardikan itu selalu terniang di kepalanya, dan muncul berbagai pertanyaan dalam hatinya “Kenapa semua ini terjadi padaku? Kenapa hanya segelas air saja dilarang untuk kuminum? Apakah karena aku hanya pegawai rendahan, sedangkan mereka insinyur? Apakah jika aku menjadi insinyur, aku bisa meminumnya? Lalu apakah aku bisa menjadi insinyur seperti mereka? Kejadian tersebut lantas menjadi momentum baginya untuk membangkitkan “Dendam Positif” dan akhirnya munculah komitmen dalam dirinya.

Perubahan Hidup Ali bin Ibrahim Al-Naimi

Sejak kejadian tersebut, remaja miskin bertekad untuk merubah kehidupannya. Ia bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah pada malam harinya. Tahun silih berganti membuahkan hasil yang memuaskan, ia mendapatkan penghargaan dari tempat kerjanya dan diberikan kesempatan ke Amerika untuk mendalami ilmu pengetahuan, mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil yang sangat memuaskan. Selanjutnya ia pulang ke negeri asalnya dan bekerja sebagai insinyur. Kini ia telah menaklukkan dendam dimasa lalunya, dan bisa minum air yang belum sempat diminumnya.

Lagi-lagi berkat kerja keras, karirnya melonjak pesat dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal pada saat itu. Akhir dari puncak karirnya ia menempati jabatan tertinggi diperusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa arab. Perusahaan tersebut adalah Aramco (Arabian American Oil Company), perusahahaan minyak terbesar di dunia. Ditangan Ali bin Ibrahim Al-Naimi perusahaan ini semakin membesar. Kini perusahaan ini menghasilkan 3.4 juta barrels (540.000.000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minya dan 235 triliun cadangan gas. Atas prestasinya pada tahun 1995 ia ditunjuk oleh Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia.

Artikel Terkait : Habibie Afsyah, Kelemahanku adalah Kekuatanku

Sikap Rendah Hati Ali bin Ibrahim Al-Naimi

Ada kejadian menarik ketika Ali menjabat sebagai wakil direktur yaitu Insinyur Amerika yang dulu pernah menghardiknya, kini justru menjadi bawahannya. Suatu saat insinyur tersebut datang menghadap Ali untuk meminta izin libur dan ia berkata “Saya ingin mengajukan izin liburan. Saya harap Anda tidak mengkaitkan kejadian air di masa lalu dan tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku kepada anda di masa lalu”. Lalu Ali menjawab “Saya ingin berterima kasih kepadamu dari lubuk hatiku yang paling dalam, karena perbuatan anda dimasa lalu, membuat kehidupan saya berubah dari pekerja rendahan hingga sampai di jabatan ini, tentunya atas izin ALLAH”.

Kisah nyata tersebut dapat memotivasi dan merubah olah pikir kita bahwa dendam bukanlah dilampiaskan dengan keburukan (dendam negative) namun lampiaskanlah dendam tersebut ke hal yang postif. Jika kini anda sedang menyimpan dendam, maka gunakanlah dendam tersebut dengan kegiatan yang postif yang dapat merubah hidup anda menjadi lebih baik, tentunya atas izin ALLAH. dan yang perlu diingat jangan pernah sombong, jadilah pribadi yang rendah hati dan dermawan.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *