Pantang Menyerah – Dari Pengamen Menjadi Jutawan

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Pantang Menyerah - Dari Pengamen Menjadi Jutawan

Pantang Menyerah – Prinsip yang di miliki Syahputra Kamandanu Sofwan atau yang kerap disapa Danu telah berhasil merubah kehidupannya. Sebelum menjadi jutawan Danu kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat memiliki berbagai kisah pahit yang menerpa kehidupannya. Kisah pahit tersebut di jadikannya sebagai pembelajaran untuk meraih impian.

Kisah Pahit Syahputra Kamandanu Sofwan

Pada tahun 2006 Ayahnya Danu mengalami kebangkrutan hingga dua tahun kemudian ayahnya meninggal dunia, di saat itulah danu menjadi kepala keluarga yang wajib memberikan nafkah kepada keluarga terutama untuk ibunda tercintanya. Kala itu Danu mencoba peruntungan dengan menjalankan bisnis jualan sepatu, namun sangat na’as ia tertipu oleh produsen sepatu tersebut sehingga membuatnya putus menjalankan studi kuliah.

Danu pun sangat sedih karena uang tersebut adalah harapan terakhir untuk danu meraih impian, bahkan sang ibu pun menangis mendengarkan cerita danu. Pada hari berikutnya sang ibu menemui danu dengan penuh senyuman dan mendorong danu untuk lebih semangat dan belajar dari penipuan tersebut. Lantas danu kembali bangkit dan terus mengejar impiannya dengan penuh semangat.

Karena penipuan yang dialaminya telah menghabiskan uang untuk membayar kuliah akhirnya danu memutuskan untuk tutup buku (tidak kuliah) dan ia mulai mencoba peruntungan baru dengan menjadi reseller rokok elektronik. Dengan semangatnya danu menjual produk tersebut sehingga membuatnya menyewa rumah (kontrak) untuk menyimpan stock. Hari demi hari berganti dan yang terjadi lagi-lagi nasib buruk pun menimpanya yaitu usaha rokok elektroniknya gulung tikar karena ia mendapatkan kabar bahwa rokok elektronik tidak baik untuk kesehatan.

Kemudian untuk menyambug hidup dan memberikan nafkah kepada keluarga danu mencoba peruntungan baru yaitu dengan cara mengamen. Tiap hari danu memetik senar gitar di pinggir jalan dan dari rumah ke rumah demi recehan untuk sang keluarga hingga pada tahun 2013 danu bekerja sebagai kuli pasir dengan gaji RP. 50 ribu tiap minggunya. Dari penghasilan tersebut danu hanya memakai Rp. 10 ribu saja dan sisahnya untuk sang ibunda.

Tahun silih berganti ia pun mencoba merubah nasib dengan menjual cendol memakai strategi keliling dari kota ke kota, tanpa di sadari ia sudah mengelilingi 5 kota selama 3 bulan demi menjual cendol segar yang ada di tangannya. Dari situlah nasib baik mulai datang menghampirinya.

Titik Awal Kesuksesan Syahputra Kamandanu Sofwan

Setelah mengelilingi berbagai kota, danu mulai memperbaiki rasa dari cendol yang dijualnya dengan cara mencari berbagai resep dari para penjual cendol hingga pada akhirnya danu menemukan inovasi yang kreatif yaitu merubah santannya menjadi susu. Supaya menarik para pembeli lantas danu juga merubah model packagingnya menjadi bubble.

Namun, untuk melengkapi proses penjualan dan mendaftarkan produknya tersebut ke HAKI danu masih kebingungan untuk mencari dana sebesar Rp 15 juta. Mau tidak mau danu mencari pinjaman ke teman dan sanak saudaranya. Untuk meyakinkan agar temannya memberikan pinjaman lantas danu mempresentasikan konsep cendolnya namun na’as banyak yang menolak bahkan meremehkan tentang inovasi cendol yang hendak ia jual. Dari 50 orang lebih yang ia hampiri, hanya 3 orang saja yang bisa memberikan pinjaman kepadanya.

Karena kebaikan 3 orang tersebut danu mampu menyewa serta membuat outlet sekaligus mendaftarkan merknya “Radja Cendol” ke HAKI. Setelah semua urusan selesai, pada tahap selanjutnya danu mulai launching serta melakukan berbagai strategi pemasaran mulai dari membuat website, dan melakukan promosi dengan berbagai cara hingga pada hari berikutnya danu kebanjiran order dan langsung memiliki 3 orang yang bergabung dengan franchisenya, orang yang bergabung dengan franchisenya yaitu 3 orang yang meminjamkan modal kepada danu.

Hari silih berganti ternyata perkembangan Radja Cendol sangat luar biasa, kini danu sudah memiliki lebih dari 654 gerai yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia dengan omset Rp. 300 juta tiap bulannya. Wow, perkembangan yang sangat fantastis. Semua rasa sakit di hati yang menimpanya dalam sekejap terganti dengan kesuksesan.

Baca Juga Artkel : Aminah – Meraup Kesuksesan Dari Pecel Online

Dari Kisah Syahputra Kamandanu Sofwan, kita dapat memetik berbagai pelajaran. Bahwa untuk menjadi sukses itu memperlukan berbagai pengalaman dan kegagalan, selain itu jiwa Pantang Menyerah wajib di miliki oleh para pelaku bisnis, dan juga ridho dari Orang Tua sangat mempengaruhi.

Jika kini anda sedang mengalami putus asa maka jadikanlah kisah Syahputra Kamandanu Sofwan menjadi inspirasi dan motivasi untuk anda!

“Jangan pernah meremehkan hal kecil karena hal kecil bisa menjadi besar. Dan hidup adalah tentang belajar – Syahputra Kamandanu Sofwan”

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *